Mamuju, Quantumnews.id – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan berbagai isu dan tantangan dalam penyediaan perumahan, baik terkait permasalahan umum maupun persoalan pembiayaan. Hal ini diungkapkan dalam kegiatan di Mamuju, Kamis (9/1/2025).

Menurutnya, kebutuhan perumahan baru terus meningkat setiap tahun seiring pertumbuhan penduduk Indonesia. Namun, jumlah rumah yang terbangun belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan tersebut.

“Meningkatnya kebutuhan perumahan akibat pertumbuhan penduduk diperparah dengan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan. Kondisi ini membuat warga berpenghasilan rendah semakin sulit memiliki rumah, karena kenaikan harga tanah menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga rumah yang rata-rata naik 20 persen per tahun,” jelasnya.

Selain itu, isu pembiayaan perumahan juga menjadi tantangan besar. Tingkat keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memenuhi kebutuhan rumah masih rendah, baik untuk membeli rumah dari pengembang, membangun secara swadaya, maupun meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni.

“Affordability atau keterjangkauan MBR masih rendah. Availability atau ketersediaan dana maupun skema pembiayaan masih terbatas. Accessibility atau akses MBR ke lembaga keuangan untuk mendapatkan KPR juga masih sulit. Ditambah lagi Sustainability atau keberlanjutan sumber dana pembiayaan masih bersifat jangka pendek, sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan KPR jangka panjang,” paparnya.

Pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan akibat urbanisasi juga semakin meningkatkan kebutuhan hunian, sementara keterbatasan lahan menjadi tantangan krusial dalam penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *