Mamuju, Quantumnews.id — Semangat memperkuat demokrasi dan menjaga persatuan kebangsaan terus digaungkan melalui kegiatan bertajuk “Mengawal Demokrasi, Merawat Kebangsaan Menuju Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera” yang digelar di Hotel De Shanum Mamuju, 23–24 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi pemuda dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat pemahaman tentang demokrasi, kebangsaan, serta peran generasi muda dalam mengawal proses pembangunan di Sulawesi Barat.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Rusdi Nurhadi selaku Ketua Formal. Sementara itu, kegiatan dibuka secara langsung oleh Muhammad Yusuf Tahir, S.Ag., M.Pd., Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam pembukaan kegiatan, Muhammad Yusuf Tahir menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang.

Menurutnya, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses politik, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, berpartisipasi dalam pembangunan, serta ikut mengawasi jalannya pemerintahan secara konstruktif.

“Pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga demokrasi dan persatuan. Karena itu, generasi muda harus mampu menjadi bagian dari solusi, menyampaikan kritik secara konstruktif, serta ikut menjaga suasana daerah agar tetap aman, damai dan kondusif,” ujar Muhammad Yusuf Tahir.

Ia juga mengajak peserta untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun Sulawesi Barat. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, persatuan masyarakat, serta kehidupan demokrasi yang sehat.

Sementara itu, Rusdi Nurhadi selaku Ketua Formal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai gagasan dan perspektif dalam melihat tantangan demokrasi serta kebangsaan di Sulawesi Barat.

“Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa demokrasi harus terus dikawal, sementara kebangsaan harus terus dirawat. Pemuda harus mengambil peran sebagai penggerak perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah,” kata Rusdi.

Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan demokrasi tetap berjalan dengan menjunjung tinggi nilai keadilan, keterbukaan, persatuan dan kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, para peserta didorong untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, memperkuat partisipasi publik, serta membangun jejaring kolaborasi antarelemen pemuda dan masyarakat.

Semangat mengawal demokrasi dan merawat kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan forum semata, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, pemuda, organisasi masyarakat dan seluruh elemen masyarakat, Sulawesi Barat diharapkan mampu terus bergerak menuju daerah yang maju, demokratis, aman, inklusif dan sejahtera.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *