Mamuju, Quantumnews.id — Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Dialog Keagamaan Lintas Organisasi di Hotel Grand Putra Mamuju, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 18–20 Agustus 2026, sebagai wadah silaturahmi, dialog, dan penguatan sinergi antarorganisasi keagamaan di Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri dan secara resmi dibuka oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Amir Dado. Turut hadir Kepala Biro Pemkesra Setda Sulawesi Barat, Murdanil, SE., M.AP, serta para pimpinan dan perwakilan organisasi keagamaan se-Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Amir Dado menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi lintas organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, keberagaman organisasi keagamaan merupakan kekuatan sosial yang harus dikelola melalui dialog yang sehat, saling menghormati, dan semangat kebersamaan. Organisasi keagamaan diharapkan tidak hanya berperan dalam pembinaan kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Biro Pemkesra Setda Sulawesi Barat, Murdanil, SE., M.AP, menyampaikan bahwa Dialog Keagamaan Lintas Organisasi menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan menyatukan persepsi dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di Sulawesi Barat.
“Perbedaan organisasi dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun Sulawesi Barat. Justru keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan dalam menghadirkan masyarakat yang religius, toleran, berkarakter dan sejahtera,” ujarnya.
Laporan panitia disampaikan oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Bina Mental dan Spiritual Biro Pemkesra, H. Makdoem Ibrahim. Dalam laporannya disampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka untuk mempertemukan berbagai organisasi keagamaan, sehingga dapat membangun komunikasi, bertukar gagasan, serta merumuskan kontribusi bersama dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan keagamaan dan sosial di Sulawesi Barat.
Kegiatan menghadirkan sejumlah pemateri yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan, pendidikan, sosial dan kemasyarakatan, yakni Dr. H. Muh. Jamil Barambangi, M.Pd, KH. Namru Asdar, dan Dr. Nursalim Ismail, M.Si.
Ketiga pemateri memberikan perspektif dan pemikiran mengenai penguatan peran organisasi keagamaan, pembangunan karakter umat, kehidupan sosial kemasyarakatan, serta pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Dialog ini diikuti oleh pimpinan dan perwakilan berbagai organisasi serta lembaga keagamaan di Sulawesi Barat, antara lain PW Nahdlatul Ulama Sulbar, PW Muhammadiyah Sulbar, PW DMI Sulbar, PW MUI Sulbar, PW Wahdah Islamiyah Sulbar, PW IKAKAS Kabupaten Mamuju, PW Hidayatullah Sulbar, PW DDI Sulbar, PW Nahdatul Wathan Sulbar, BKMT Sulawesi Barat, PW LDII Sulawesi Barat, PW FKUB Sulawesi Barat, PW Bakomubin Sulbar, Lembaga Dakwah Darul As’adiyah, Ikapim Sulawesi Barat, Ikatan Penyuluh Republik Indonesia Sulawesi Barat, Assunnah, Muslimat NU, Pimpinan Baznas Sulbar, PW BWI Sulbar, PHDI Sulbar, PMII Cabang Mamuju, PKC PMII Sulbar, IPNU, IPPNU, GP Ansor Mamuju, Fatayat Mamuju, dan Pelita Sulbar.
Kehadiran berbagai organisasi tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama untuk membangun komunikasi lintas organisasi keagamaan di Sulawesi Barat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi, komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dengan organisasi keagamaan, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan konstruktif dalam memperkuat kehidupan beragama, menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan Sulawesi Barat.
Dialog Keagamaan Lintas Organisasi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat mental, spiritual, karakter dan ketahanan sosial masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan, seluruh elemen keagamaan diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, religius, harmonis dan berkarakter.





