Mamuju, Quantumnews.id –Ratusan peserta dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP), serta berbagai organisasi lainnya se-Kabupaten Mamuju berkumpul dalam kegiatan pemuda lintas agama yang bertujuan untuk memperkuat peran pemuda sebagai garda terdepan dalam melawan penyebaran paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme).
Kegiatan yang digelar secara simbolis di dua rumah ibadah berbeda ini dihadiri oleh berbagai komponen penting, antara lain perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat Bidang Kesbangpol, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat, Kasatgaswil Densus 88 Anti Terorisme, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulbar, Ketua Vihara Bukit Naga, serta Ketua Persekutuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulbar.
Seluruh peserta menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga persatuan serta kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Barat. Ucap Herry Febrianto, Sekum Pelita Sulbar
Kegiatan juga menjadi wadah untuk berbagi pemahaman tentang bahaya paham IRET dan bagaimana cara mencegah penyebarannya di kalangan pemuda.
“Kaminseluruh komponen yang hadir sepakat mendorong agar gerakan pemuda lintas agama ini semakin berkembang secara massif, Pemuda adalah ujung tombak perubahan dan penjaga masa depan bangsa – dengan semangat Bhineka Tunggal Ika dan nilai-nilai budaya lokal Sulbar, mereka harus menjadi benteng yang tak tergoyahkan dalam mencegah penyebaran paham IRET.
Mari kita jadikan perbedaan keyakinan sebagai kekuatan untuk membangun Sulbar yang damai, maju, dan beradab.” Tutur Ps Kasatgaswil Sulbar Densus 88 AT Mabes Polri Soffan Ansyari





