Mamuju, Quantumnews.id – Pemuda Lintas Agama Sulawesi Barat (PELITA Sulbar) menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam melawan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) dengan mengonsolidasikan ratusan pemuda lintas organisasi dalam kegiatan lintas iman yang digelar di Kabupaten Mamuju, Sabtu (31/1/2026)

Kegiatan yang digelar secara simbolis di dua rumah ibadah berbeda, yakni Vihara Buddha Bukit Naga dan Pura Hindu di Kabupaten Mamuju, menjadi representasi kuat komitmen PELITA Sulbar dalam merawat persatuan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Barat.

Ratusan peserta yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Organisasi Kemahasiswaan dan Pemuda (OKP), serta berbagai organisasi kepemudaan lainnya se-Kabupaten Mamuju turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka menyatukan tekad menjadikan pemuda sebagai benteng utama dalam mencegah berkembangnya paham IRET di tengah masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat, Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Kasatgaswil Densus 88 Anti Terorisme, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulbar, Ketua Vihara Bukit Naga, serta Ketua Persekutuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulbar.

Sekretaris Umum PELITA Sulbar, Herry Febrianto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemuda lintas agama dalam menjaga harmoni sosial serta menolak segala bentuk paham yang mengancam persatuan bangsa.

“PELITA Sulbar hadir sebagai ruang persatuan bagi pemuda lintas iman untuk bersama-sama menjaga Sulawesi Barat tetap damai dan menolak paham IRET yang berpotensi merusak tatanan sosial,” ujar Herry.

Selain sebagai ajang silaturahmi lintas agama, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi pemuda untuk memahami bahaya paham IRET serta strategi pencegahannya sejak dini.
Sementara itu, Ps Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Anti Terorisme Mabes Polri, Soffan Ansyari, menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai ujung tombak perubahan dan penjaga masa depan bangsa.

“Pemuda harus menjadi benteng yang kokoh dalam mencegah penyebaran paham IRET. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai budaya lokal Sulawesi Barat, perbedaan keyakinan harus dijadikan kekuatan untuk membangun daerah yang damai, maju, dan beradab,” tuturnya.

PELITA Sulbar berharap, gerakan pemuda lintas agama ini terus berkembang secara masif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga persatuan, stabilitas daerah, serta masa depan Sulawesi Barat.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *