Wakil Ketua DPRD Sulbar Tanggapi Aturan Larangan Mudik

by -86 views

Mamuju (Quantumnews) – Wakil Ketua DPRD Sulbar H. Abdul Rahim menanggapi hal mengenai larangan mudik yang atur oleh pemerintah pusat.Menurutnya, secara subtansi kita bisa memahami maksud Presiden melarang adanya mudik. Karena itu bisa berpotensi menciptakan gelombang penyebaran Covid19 baru antara 1 daerah dengan daerah lain.

Meskipun demikian, saya melihat bahwa hendaknya kebijakan pelarangan mobilitas orang dengan tujuan kembali ke kampung (Mudik) hendaknya tetap ada kebijaksanaan dengan cara mempertimbangkan trand atau status Covid19 di wilayah masing-masing, Minggu 25 April 2021.

Misalkan, kalau sebuah daerah masih dinyatakan zona merah apalagi hitam, maka mobilitas orang atau Mudik tetap perlu dilarang, baik yang dari Zona Merah ke zona Hijau atau dari Zona Hijau masuk ke Zona Merah.

Tetapi kalau wilayahnya sudah mengalami trand Penurunan signifikan termasuk angka kesembuhan cukup tinggi, maka menurut hemat saya, tidak sepatutnya diberlakukan secara ketat alias harus ada diskresi penerapan aturan, ucap, mantan ketua NasDem Sulbar.

Lebih lanjut, katakan kita orang Sulawesi Barat, pada posisi sekarang kan relatif membaik, laju angka terjangkit juga mengalami penurunan secera rata-rata nasional. Termasuk persentase kesembuhan cukup tinggi..

Oleh karena, penerapan aturan pelarangan tersebut sebaiknya tidak diberlakukan secara menerabas alias membabi buta. Masa sih orang Mamasa bekerja di Mamuju Tengah harus dilarang pulang ke Mateng untuk berkumpul keluarganya menyambut Idul Fitri, padahal 2 daerah ini, islam situasi dan kondisi aman-aman saja, bahkan setiap saat atau hari saling melintasi.

“Nah, tiba-tiba tgl 24 April atau 6 Mei sudah dilarang. Ini terkesan miskin argumentasi secara empiris”.

Jika tetap dipaksakan, saya khawatir bisa berpotensi memunculkan letupan dalam bentuk kemarahan sosial. Dan bisa terjadi gesekana bahkan caos di lapangan.

Karena saya menyimak perbincangan di berbagai Medsos, WA, Instagram dan dari simpul-simpul pertmuan masyarakat, sebagian besar membicarakan Aturan Pelarangan tersebut. Celakanya, sebagaian besar (jika tak.mau.nenyebut seluruhnya) menyatakan suasana kebatinan yang sangat cemas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *