Gelar Pasukan OPS Ketupat, Ini Yang Disampaikan Kapolres Polman

by -509 views
Kapolres Polman AKBP Muh Rifai, S.H, S.I.K saat mengecek kesiapan personil dalam upacara pasukan Operasi Ketupat 2018 di halaman Mapolres Polman. Foto/ Istimewa

Mamuju (quantumnews) – Polres Polman gelar upacara pasukan Operasi Ketupat 2018 di halaman Mapolres Polman. Rabu (6/6/2018).

Dalam upacara tersebut yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah AKBP Muh Rifai, S.H, S.I.K sedangkan yang bertindak selaku Komandan Upacara adalah Kanit Laka Satlantas Polres Polman IPDA Yudhistira, S.Trk serta Perwira upacara Kasat Lantas Polres Polman AKP Suhartono, S.H, S.I.K.

Adapun pasukan yang ikut dalam upacara tersebut adalah 1 Peleton Kodim 1402 Polmas, 1 Peleton Dishub Polman, 1 Peleton Sat Pol PP Pemkab Polman, 1 Peleton Gabungan Polsek , 1 Peleton Sat Lantas Polman , 1 Peleton Sat Sabhara AQ 1 waserta 1 Peleton Gabungan Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Polman juga dihadiri Muspida Kab Polman dan sejumlah organisasi masyarakat.

Pada kesempatan itu Kapolres Polman AKBP Muh Rifai, S.H, S.I.K yang membacakan amanat Kapolri mengungkapkan, terkait
Ops Ketupat Tahun 2018 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda Jajaran selama 14 hari.

“Mulai tanggal 7 sampai 24 Junj 2018. Operasi ini melibatkan 173.937 Personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri ,TNI, Pemda serta Stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya,” tutur Muh Rifai.

Rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan operasi Ramadniya pada tahun 2017, disertai analisa potensi gangguan kamtibmas tahun 2018.

AKBP Muh Rifai, S.H, S.I.K juga menyampaikan 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai. Mulai dari stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, permasalahan yang berkisar pada masalah distribusi dan mafia pangan
. Permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik terutama daerah rawan terjadinya kemacetan dan kecelakan.
Potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya seperti curat curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal dan hipnotis, dan ancaman tindak pidana terorisme.

“Disamping itu pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, Mako Polri serta aspek keselamatan Personel pengamanan harus menjadi perhatian dengan melakukan pendampingan bersenjata (Buddy Sistem),” simpulnya. (L-1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *